TUGAS 2 MPTI – PROYEK PENGEMBANGAN SOFTWARE

Manajemen Proyek Teknologi Informasi – B

Anindita Alisia (5210100162) – Erina Siska (5210100151)

Infrastructure Implementation Projects

Disaster Recovery Plan

INFRASTRUCTURE IMPLEMENTATION PROJECTS

1.     Pengertian Jenis Proyek Infrastructure Implementation

Infrastructure implementation project adalah salah satu jenis proyek IT yang berhubungan dengan infrastruktur IT dalam pengenalan atau pergantian infrastruktur (tidak peduli jika sebelumnya sudah ada infrastruktur IT atau belum) . Bentuk infrastruktur berupa barang atau perangkat IT seperti server, router, jaringan komputer atau alat komunikasi juga bias dalam bentuk suatu sistem (bisa berbentuk website, sistem informasi, aplikasi, dll) seperti Windows 7, sistem PSB online, dan sebagainya. Pengimplementasian infrastruktur ini akan berdampak kepada perubahan sistem pengguna (dalam hal ini misalnya suatu perusahaan atau organisasi), diharapkan dengan pengaplikasian infrastruktur yang baru dapat memperbaiki kinerja / performa pengguna menjadi lebih baik.

2.     Tantangan Jenis Proyek

Tantangan dari infrastructure implementation project  adalah :

  1. Kesiapan pengguna untuk mengimplementasikan infrastruktur IT yang baru (SDM dan sarana yang sudah ada)
  2. Keharusan untuk menjalankan proses bisnis secara normal bersamaan dengan adaptasi infrastruktur .
  3. Harus menemukan supplier yang tepat karena berhubungan dengan spesifikasi infrastruktur TI yang berpengaruh jika spesifikasi yang dimaksud ada kesalahan (berhubungan dengan cost dan time).
  4. Harus sudah ada manajemen resiko IT dari pelanggan (estimasi resiko dan penanggulangannya jika pelanggan mengimplementasikan infrastruktur IT tersebut).

3.     Contoh Jenis Proyek (Study Case)

Nama Proyek                     : ELCOT- TNSWAN (Tamilnadu State Wide Area Network)

Stake Holder                      : Tamilnadu State Gov

Pelaksana                            : ELCOT (implementing agency), Tata Consultancy Services Ltd (Operating agency), HCL (consultant)

Target waktu operasi     : 5 tahun

Scope project                    :

–          Stage 1 : setting up metwork

–          Stage 2 : Operation management dan maintenances

ELCOT adalah implementing agency yang akan menangani proyek penginstallan State  Wide Network di Tamilnadu dengan sistem BOOT (Build, Own, Operate and Transfer). Dengan installasi dan dukungan garansi dari Cisco Networking System. Latar belakang proyek ini adalah TNSWAN merupakan salah satu dari core e-Governance backbone yang membutuhkan pengoptimalan alat jaringan dan membutuhkan sistem monitoring dan Service desk. Nantinya Tamilnadu State Wide Area Network akan menghubungkan seluruh departemen yang ada di pemerintahan untuk mengembangkan transparasi dan efisiensi waktu.

4.     Bagaimana mengelola (managing) Proyek TI

  1. Stage 1 (Setting up Network)

Stage pertama adalah installasi jaringan yang akan di tangani oleh TCS setelah persiapan lokasi selesai dilakukan oleh pemerintah distrik setempat. Dalam tahapan ini TCS akan menginstall jaringan ,testing jaringan dan melaporkan hasil proyek stage 1 ke TN State WAN Center. Serta jaringan yang sudah di install akan dimonitoring dari daerah Purugundi. ELCOT akan menyampaikan laporan proyek yang degenerate dari Network Monitoring System (NMS). Laporan yang dihasilkan selama masa percobaan akan di evaluasi dan di selaraskan dengan Service Level Agreement (SLA).

2. Stage 2 (Operation management and maintenance)

Jaringan yang telah di test selama waktu percobaan akan dioperasikan, di maintain dan diatur oleh TCS selama BOOT period (5 tahun). TCS akan mengerahkan karyawannya untuk memantain jaringan selama 24 jam penuh. Maintenance akan dilakukan di seluruh district centers dan data centers.

3. Implementation

–          Proyek berhasil diimplementasikan tanpa ada pelanggaran kontrak atau kesepakatan

–          ELCOT juga telah mengimplementasikan HP Overview products untuk monitoring jaringan, control dan service desk.

–          ELCOT telah berhasil mengembangkan tool untuk penghitungan SLA parameter secara otomatis, sehingga proses bisnis menjadi transparan.

Layanan yang disediakan :

  1. Data
  2. Internet
  3. Intranet
  4. Voice
  5. Video Conferencing Facility
  6. Video Streaming
  7. Dial – up Access to TNSWANs

4. Challenges

–          Skala proyek yang besar

–          Material yang digunakan diambil dari lokasi yang berbeda – beda

–          Terdiri dari 708 lokasi di Tamilnadu, state center 1, MAN center 7, Special center 6, District center 30, Revenue division officer 73, Taluk Head Quarter 206, Block dev Offices 385.

–          Recruitment dan training karyawan yang membutuhkan cost dan waktu yang tidak sedikit.

–          Koordinasi dengan banyak agensi (ELCOT, TCS, AC, 5 vendor LAN, 2 vendor outsourcers, dll )

–          Aktifitas survey yang membutuhkan budget transportasi serta waktu yang tidak sedikit, karena harus menganalisa semua daerah yang akan dihubungkan dengan jaringan yang akan dibangun.

–          Dll

5.     Menjawab Pertanyaan

  1. Why are general – in other words, not specifically IT- project management principles so relevant in the case of an IT infrastructure project?

Konsep proyek non IT dan proyek IT infrastruktur relevan karena memang kebanyakan proyek infrastruktur IT objeknya adalah perangkat pendukung IT, seperti bangunan, menara komunikasi atau perangkat lain yang akan dipakai sebagai sarana implementasi IT (software, gelombang telekomunikasi, network, dll )

2. Why is supplier and subcontractor management so important in the case of an IT infrastructure project?

Supplier dan subcontractor sangat penting managementnya karena seperti pada contoh kasus diatas, jika ada sebuah proyek implementasi infrastruktur dan skalanya besar, tidak mungkin hanya dikerjakan oleh satu agensi saja, jadi akan ada banyak supplier dan subcontractor yang terlibat jika tidak diatur dengan baik, target proyek tidak akan terpenuhi, seperti macetnya supply material , kelebihan stok material maupun agreement atau kontrak yang tidak jelas sehingga dapat menimbulkan konflik di dalam tim pembangun proyek. jika sampai hal – hal diatas terjadi, banyak hal merugikan yang bisa terjadi seperti membengkaknya biaya proyek.


 

DISASTER RECOVERY PROJECTS

1.     Pengertian Jenis Proyek TI

Disaster Recovery Planning (DRP) adalah sebuah jenis proyek TI turunan, atau kelanjutan dari jenis proyek BCP (Business Continuity Planning). Di mana, jenis proyek BCP ini adalah sebuah proyek yang akan melindungi bisnis dari gangguan yang mungkin terjadi ketika bisnis tersebut berlangsung. DRP adalah jenis proyek yang akan melindungi asset-aset yang dimiliki oleh perusahaan dan jenis proyek ini akan memberikan antisipasi-antisipasi terhadap bencana yang melanda proyek tersebut. Karena, pada dasarnya sebuah perusahaan membutuhkan back up data, dan mereka menginginkan proyeknya tetap jalan secara optimal.

Contoh bencana yang mungkin terjadi seperti kebakaran, banjir, hacking atau serangan teroris dan ancaman kejahatan terhadap perusahaan.

Tujuan dari jenis proyek ini adalah :

  1. Melindungi asset perusahaan
  2. Menganalisis business impact
  3. Mempersiapan antisipasi terhadap risiko yang mungkin terjadi secara internal maupun eksternal.
  4. Mengintegrasikan DRP dengan BCP.
  5. Memberikan respon darurat terhadap bencana yang terjadi, di mana respon tersebut akan diuji serta diimplementasikan

2.     Tantangan Proyek TI

  1. Ketika perusahaan atau stakeholder gagal membuat back up atau antisipasi terhadap bencana.
  2. Ketika pada saat terjadi bencana, fungsionaris atau operator dalam perusahaan tersebut tidak mengetahui bagaimana caranya menghubungi recovery service.
  3. Ketika “tapes” atau alat yang berfunsi untuk recovering data tidak bekerja maksimal, hilang, rusak, atau tidak teruji dengan baik.

3.     Contoh Jenis Proyek TI (Study Case)

Nama Proyek                     : Pedoman Penyelamatan Data Elektronik pada Keadaan Darurat dan Bencana.

Stakeholder                       : Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta

Pelaksana                            : Tim Manajemen Bencana Badan Sistem Informasi UII

Project Manager              : Dr. Ing. Ilya F. Maharika, MA.

Scope Penyelamatan     : Pada dasarnya, proyek ini berupaya untuk menyelamatkan semua data yang ada. Tetapi, ada beberapa data yang diprioritaskan  yaitu :

1. Data Akademik Mahasiswa

2. Data Administrasi SDM

3. Data Keuangan

4. Data E-Learning

Pada sebuah universitas, data khususnya data elektronik adalah bagian yang sangat penting. Data elektronik digunakan sebagai pengelolaan pelayanan manajemen serta akademik yang ditujukan kepada mahasiswa yang berkuliah di universitas tersebut. Pada umumnya, di sebagian universitas, data akan tersimpan dalam sebuah sistem yang terintegrasi satu sama lain dengan data lainnya. Sistem ini akan mempermudah universitas dalam melakukan pelayanan administrasi dan akademik.

Namun, hal yang sering dilupakan adalah recovery system. Di mana, ketika sistem tersebut mengalami kerusakan akibat bencana baik dari internal maupun eksternal. Kita harus bisa mengantisipasi kerusakan sistem yang berpotensi akan menghancurkan data yang dimiliki.

Begitulah yang terjadi pada Universitas Islam Indonesia, mereka melakukan antisipasi terhadap kerusakan sistem, dengan membuat “Pedoman Penyelamatan Data Elektronik pada Keadaan Darurat dan Bencana Disaster Recovery Plan (DRP).” Jadi, ketika terjadi bencana, maka hal tersebut dapat ditanggulangi dengan adanya pedoman ini.

4.     Bagaimana mengelola (managing) Proyek TI

Dalam framework pedoman bencana, Tim Manajemen Bencana dalam universitas ini akan melakukan antisipasi serta pengelolaan ketika bencana datang menghampiri. Keadaan bencana adalah seluruh kejadian yang membuat matinya server, komputer dan jaringan. Sehingga memaksa proses manajemen akademik dan administrasi dilakukan di lokasi lain. Namun yang perlu diperhatikan adalah lokasi penanggulangan bencana ini harus terhindar dan dipastikan aman dari gangguan bencana.

Pedoman ini berisi, deskripsi, prosedur serta keputusan yang diperlukan sebelum, selama dan sesudah terjadinya bencana. Di mana pedoman ini sangat penting sebagai pegangan untuk menjalankan aktivitas sistem tersebut di universitas ini.

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengkategorian jenis kerusakan yang terjadi pada sistem :

  1. Interupsi layanan computer : situasi di mana sistem jaringan terpusat milik universitas atau sebagian dari sistemnya mati dalam durasi kurang dari 24 jam. Di mana pada situasi ini, fasilitas tidak ada yang rusak.
  2. Kerusakan Minor : keadaan di mana sistem computer baru bisa diperbaiki dalam jangka waktu kurang dari 4 hari. Contohnya adalah banjir atau suplai barang yang terlambat datang.
  3. Kerusakan Mayor : keadaan di mana sistem computer pusat baru dapat diperbaiki lebih dari 4 hari. Contoh kejadian : gempa bumi, banjir, kebakaran, serangan teroris atau kerusuhan.
  4. Keadaan Bencana : Keadaan di mana fasilitas komputasi hancur hingga bangunan tempat pelayanan komputasi dibangun kembali.

Jadi, pengelolaannya adalah, ketika terjadi gangguan, maka langsung dihubungkan dengan lokasi komputasi darurat, yaitu Ruang Badan Sistem Informasi. Selama gangguan itu masih bisa diatasi oleh lokasi komputasi darurat tersebut.

5.     Menjawab Pertanyaan

What is the principle object of a disaster recovery project ?

Hal yang mendasar dalam disaster recoveri project adalah bagaimana kita mengidentifikasi kerusakan yang terjadi sehingga kerusakan dapat ditanggulangi dengan cara yang benar serta bagaimana pencegahan kerusakan agar tidak terjadi lagi dengan sebab yang sama.

(Project Management for Information Systems 5th Edition by Cadle and Yeates)

(Jannet Cogins – Disaster Recovery Plan.)

(CaseStudy_TNSWAN)

(http://www.elcot.in/tnswan.php)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s