SURAMADU YANG IRONIS

 Jembatan penghubung antara Pulau Jawa (Surabaya) dengan Pulau Madura (Bangkalan) ini resmi digunakan pada tahun 2009. Saat ini jembatan ini memiliki predikat sebagai jembatan terpanjang di Indonesia, yaitu dengan panjang 5.438 m. Jembatan ini terdiri dari tiga bagian yaitu, jembatan utama, jembatan penghubung dan jalan layang.
Jembatan ini adalah lambang (icon) dari perkembangan teknologi dan infrastruktur yang pesat di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya. Jembatan Suramadu mempunyai nilai estetika yang berbeda-beda ketika kita lihat di pagi, siang, sore atau malam hari.  Ketika kita lihat di malam hari, jembatan ini memberikan kesan tersendiri bagi yang melihatnya. Jembatan ini dihiasi dengan lampu-lampu jalanan yang berwarna-warni, sehingga menyenangkan hati orang yang melihatnya. Suasana romantis yang diciptakan oleh lampu-lampu yang dipancarkannya pada malam hari, membuat masyarakat yang melewati jembatan ini menjadi tenang dan damai.
 
Namun, ketika saya lihat belakangan ini, perhatian Pemerintah Daerah Propinsi  Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya sangat kurang terhadap jembatan yang seharusnya kita pelihara sebaik mungkin. Lampu-lampu di jalan sepanjang jembatan ini mati, dan bahkan di tengahnya, atau jembatan utama mati total, sehingga pengendara kendaraan bermotor yang melewati jembatan ini kurang dapat menikmati suasana yang dimunculkan oleh Suramadu.
Sebenarnya, masalah utamanya adalah soal keselamatan, ketika lampu jalan layang dan jembatannya padam, otomatis pengendara harus lebih berhati-hati dan waspada dengan lampu kendaraan mereka masing-masing.
Seharusnya, Pemerintah Daerah cepat tanggap terhadap masalah ini. Lampu jalanan mati. Mungkin ini memang masalah yang sangat sepele dibanding masalah-masalah Pemerintahan yang lainnya. Namun sayangnya, maslah ini adalah “masalah yang konkret”, di mana mata semua manusia yang normal bisa melihatnya.
  Suramadu Saat Ini
Apa artinya kinerja Pemerintah Daerah yang bagus, namun jika kita lihat icon(lambang) daerah tersebut tidak terurus dan terbengkalai ?
Akan menjadi hal yang sangat mendasar sekali, ketika dunia luar menyadari bahwa kinerja Pemerintah Daerah yang bagus itu tidak diiringi oleh “kepekaan” terhadap hal yang mungkin mereka anggap “sepele”.
Kepada Pemerintah Daerah, kami sebagai warga yang mempunyai hak untuk menyampaikan aspirasi, tentunya merasa resah dan ingin membuat sebuah perubahan. Tetapi tentu saja, ketika semua itu tidak dibantu oleh pihak pemerintah, maka tidak akan berjalan dengan baik. Semoga Pemerintah segera tersadar, bahwa jembatan ini adalah salah satu aset terbaik daerahnya.

One thought on “SURAMADU YANG IRONIS

  1. bukanya ane pro atau kontra ye, ini menurut temen ane juga, yang notabene anak kapal, diman dia berpendapat juga atas pendapat dosennya, dan ane juga berfikir ada benernya juga. Efek samping pembangunan jembatang suramadu adalah : matinya perekonomian penduduk pesisir, dan matinya pertumbuhan ekonomi di p. madura. Memang ane ga pegang data yang valid, ini hanya pendapat saja.

    Dulu sebelum ada jembatan, daerah pelabuhan masih ramai dengan pedagang asongan, tukang jualan kenang-kenangan khas madura, dan lain sebagainya. Lah sekarang ? memang ada si yang pada ujung madura jembatan suramadu, tapi tak pernah ramai ane ngelietnya.

    Kedua, kecenderungan warga madura untuk berbelanja di Surabaya. Dengan adanya jembatan suramadu, akses sby-mdr jauh lebih cepat walau sebenarnya tidak murah (terakhir ane liet untuk mobil 30rb). Namun ini tidak membuat antusias warga madura berbodong-bodong datang ke surabaya untuk melakukan aktifitas, entah itu bekerja atau berbelanja. Tidak menjadi masalah jika bekerja, yang menjadi masalah adalah belanjanya. Bukan ane melarang atau kontra dengan belanja di sby, namun hal ini mengakibatkan perekonomian mikro di pulau madura mati, karena warganya lebih senang berbelanja di luar kota. Mungin begini analoginya, ngapain saya belanja disini, toh di sby barang-barang lebih variatif dan lebih murah. Memang, salah satu alasan dibangunanya jembatan suramadu adalah untuk mempercepat pembangunan di pulau madura, tapi kalau kenyataannya berbalikan ? Perlu dipertimbangkan lebih lanjut.

    Lain halnya dengan dulu, hanya ada pelabuhan, sektor mikro masih dapat bertahan karena warga enggan menyebarang karena waktu tempuh yang cukup lama. Semoga mega proyek pembangunan jembatan selat sunda dapat lebih difikirkan dapat dari semua aspek jangka panjangnya sehingga tidak ada pihak-pihak yang dirugikan, dan pembangunan Indonesia dapat berjalan dengan baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s