INDONESIA = SUMBER BENCANA ?

Indonesia adalah Negara yang terletak di antara dua benua dan dua samudera.
Kalimat ini memang sangat familiar di telinga kita, terutama ketika kita duduk di bangku Sekolah Dasar. Namun, apakah sebenarnya kita mengerti makna dari kalimat tersebut ?
Saya rasa tidak banyak yang mengerti .
Mungkin, sebagian dari kita yang sudah mendapatkan pelajaran Geografi di bangku SD, mengerti dampak positif tentang hal ini. Ya, dengan adanya letak Indonesia yang demikian, memberikan dampak positif bagi negeri kita seperti,  jalur perdagangan yang ramai, kekayaan alam yang melimpah ruah, dan pusat persebaran agama dan budaya yang pesat. Bahkan para ahli mengatakan bahwa letak Indonesia ini sangat strategis untuk kemakmuran negeri ini.
Tetapi di sisi lain, letak Indonesia sangat strategis sebagai tempat bencana alam.
Indonesia terletak di dua benua, yaitu benua Asia dan Australia. Hal ini menunjukkan, bahwa Indonesia berada di suatu tempat pertemuan lempeng antara lempeng benua  Eurasia,  dan lempeng benua Indo-Australia. Ketika kedua lempeng ini bertemu, maka karena kita berada di zona subduksi (penunjaman) yang aktif, maka terbentuklah beberapa fenomena alam, seperti palung laut, gunung merapi, island arc (busur kepulauan) dan island back arc.
Yang paling urgent tentang masalah kebencanaan di Indonesia adalah Gunung Api. Indonesia adalah Negara penyumbang gunung api aktif terbanyak di dunia, yaitu kurang lebih sebanyak 118 gunung api yang sampai saat ini masih aktif. Dalam circum Ring of Fire (Cincin api gunung api dunia) lebih dari setengah gunung api yang ada adalah di Indonesia.
Gunung api terbentuk berdasarka zona subduksi antar lempeng yang terdapat di busur kepulauan Indonesia. Jika kita lihat di pulau Jawa saja, sudah terdapat banyak sekali gunung api yang masih aktif, atau sedang dalam masa tidur atau istirahat (dormant). Gunung Merapi, Muria, Bromo, Slamet, Lawu dan masih banyak lagi. Bahkan Gunung Merapi dinobatkan sebagai gunung berapi teraktif di dunia, yaitu letusan berskala 4-6 tahun sekali.
Selain berbahaya karena gunung api, ada sebuah bencana yang tidak dapat dipisahkan dari negeri kita tercinta ini. Gempa Bumi Tektonik. Ya, karena Indonesia merupakan zona subduksi yang hinggaa saat ini masih aktif dan terus bergerak, hal ini memungkinkan terjadinya sebuah sesar atau patahan. Sesar yang terkenal di Indonesia adalah Sesar Semangko yang terletak di sebelah barat Pulau Sumatera. Sesar adalah batuan yang bergerak akibat adanya gaya (force) tarikan, dorongan , atau gerakan couple(berpasangan).
Ketika sesar ini mengalami pergerakan akibat beberapa gaya tersebut, maka akan terjadi sebuah getaran baik di dalam permukaan bumi dan di permukaan bumi. Kita mengenal ada 4 macam gelombang, yaitu gelombang transversal, longitudinal, Rayleigh dan Love. Gelombang Rayleigh dan Love adalah yang paling berbahaya , karena mereka merambat di permukaan bumi, sehingga gelombang inilah yang paling bersifat merusak.
Di Indonesia terdapat beberapa spot di mana tempat tersebut selalu mengalami gempa yang bertubi-tubi banyaknya dalam satu waktu. Contohnya, di Kota Palu, menurut data statistic gempa Indonesia, terhitung setidaknya ada 30 kali gempa dalam satu hari di Kota Palu. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sangat rentan sekali terhadap bencana gempa bumi.
Ketika gempa tersebut memiliki kekuatan yang sangat besar maka kegiatan pegerakan sesar ini bisa menimbulkan sebuah bencana yang lebih memusnahkan lagi, yaitu Tsunami. Tsunami adalah gelombang pasang air laut dengan ketinggian tertentu dan kecepatan yang sangat tinggi, akibat aktivitas pergerakan sesar di dasar laut. Seperti yang terjadi di Aceh (2004), di Pangandaran, dan Flores (1992).
Akibat letak ini juga, Indonesia merupakan suatu lokasi yang terkena dampak dari gejala perubahan iklim El Nino dan La Nina yang akan menyebabkan banjir besar dan kemarau panjang di beberapa wilayah Indonesia.
Seburuk apapun Indonesia, separah apapun bencana yang terjadi di sini, Indonesia adalah tetap sebagai tanah air kita yang harus kita jaga, kita cintai dan kita banggakan. Jangan kaitkan kejadian bencana alam ini dengan hal-hal yang irasional. Karena pada dasarnya, ini adalah sebuah hukum alam, tentang dinamika bumi yang selalu berubah dari masa ke masa.
Sebagai warga dan masyarakat yang tinggal di sini, tugas kita adalah mengantisipasi segala bentuk bencana yang terjadi di negeri ini sebaik mungkin, sehingga bencana tersebut tidak lagi memakan banyak korban.
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s